Fitrah manusia adalah sebagai makhluk ber-tuhan, individual,
sosial, dan unik. Seseorang mungkin mempunyai kebutuhan yang sama atau berbeda
dengan kebutuhan orang lain pada suatu ruang dan waktu tertentu. Untuk
memelihara dan mengembangkan kehidupan manusia, kebutuhan-kebutuhan itu perlu
dipenuhi
Apabila kebutuhan-kebutuhan tidak terpenuhi dengan baik maka
mungkin kehidupan manusia akan mengalami hambatan. Dengan kata lain, apabila
kebutuhan tidak terpenuhi maka terjadilah masalah. Dan kebutuhan pendidikan merupakan
kebutuhan individual yang sangat penting bagi kehidupan yang lebih baik.
A.
Macam-Macam
Kebutuhan Manusia
Setiap makhluk hidup mempunyai kebutuhan,
tidak terkecuali manusia. Manusia mempunyai kebutuhan yang beragam. Namun, pada
hakekatnya setiap manusia mempunyai kebutuhan dasar yang sama. Kebutuhan dasar
tersebut bersifat manusiawi dan menjadi syarat untuk keberlangsungan hidup
manusia. Siapa pun orangnya pasti memerlukan pemenuhan kebutuhan dasar.
Salah satu teori Maslow yang
sangat terkenal adalah teori hirarki kebutuhan. Dalam teori ini ia
mengatakan bahwa ada lima macam kebutuhan manusia yang berjenjang ke atas.
Pada tingkat yang paling
bawah, terdapat kebutuhan yang bersifat fisiologik(seperti kebutuhan akan
udara, makanan, minuman, dan sebagainya) yang ditandai oleh kekurangan
(defisit) sesuatu dalam tubuh yang bersangkutan. Kebutuhan ini dinamakan juga
kebutuhan dasar (basic needs) yang jika tidak dipenuhi dalam keadaan yang
sangat ekstrim (misalnya : sangat kelaparan) manusia yang tersebut bisa
kehilangan kendali atas perilakunya sendiri (agresif, tidak malu, tidak punya
pertimbangan pada orang lain, dan sebagainya) karena seluruh kapasitas manusia
tersebut dikerahkan dan dipusatkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya itu
(menghilangkan rasa laparnya). Sebaliknya, jika kebutuhan dasar ini relatif
sudah tercukupi, muncullah kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan rasa
aman (safety needs).
Jenis kebutuhan yang kedua ini
berhubungan dengan jaminan keamanan, stabilitas, perlindungan, struktur,
keteraturan, situasi yang bisa diperkirakan, bebas dari rasa takut dan cemas,
dan sebagainya. karena adanya kebutuhan inilah maka manusia membuat peraturan,
undang-undang, mengembangkan kepercayaan, membuat sistem asuransi, pensiun, dan
sebagainya. Sama halnya dengan basic needs, kalau safety needs ini terlalu lama tidak
terpenuhi (seperti pada anak yang tidak diperhatikan orang tuanya, orang yang
terlalu lama dalam keadaan perang, dan sebagainya), maka pandangan seseorang
terhadap dunianya bisa terpengaruh dan pada gilirannya pun perilakunya akan
cenderung ke arah yang makin negatif.
Setelah kebutuhan dasar
dan rasa aman relatif terpenuhi, maka timbul kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai (belongingness
and love needs). Orang ingin punya hubungan yang hangat dan akrab. Ia ingin
setia kawan dan butuh kesetiakawanan. Ia pun ingin mempunyai kelompoknya
sendiri. Ia butuh menjadi bagian dari keluarga, sebuah kampung, sebuah sekolah
atau suatu perusahaan. Orang yang tidak memiliki keluarga akan merasa sebatang
kara, sedangkan orang yang tidak sekolah dan juga tidak bekerja merasa dirinya
pengangguran yang tidak berharga. Kondisi seperti ini akan menurunkan harga
diri seseorang yang bersangkutan.
Di sisi lain jika
kebutuhan tingkat ketiga tersebut di atas sudah relatif terpenuhi, maka timbul kebutuhan akan
harga diri (esteem needs). Ada dua macam kebutuhan harga diri ini. Yang
pertama adalah kebutuhan akan kekuatan, penguasaan, kompetensi, percaya diri,
dan kemandirian. Sedangkan yang kedua adalah kebutuahan akan penghargaan diri
dari orang lain, status ketenaran, dominasi, kebanggan, dianggap penting dan
apresiasi dari orang lain. Orang yang terpenuhi kebutuhannya akan harga diri
ini akan tempil sebagai orang yang percaya diri dan tidak tergantung pada orang
lain.
Jika kebutuhan yang ke empat tersebut telah
terpenuhi maka akan timbul kebutuhan yang kelima yakni kebutuhan aktualisasi
diri (self actualitation needs) yang berhubungan dengan perilaku
seseorang untuk mengembangkan diri. Orang yang mengembangkan diri mampu
menampilkan perilaku yang lebih baik sesuai dengan yang diinginkan dan
dicita-citakan dirinya, dan mungkin juga yang diharapkan oleh orang lain.
Dari beberapa macam kebutuhan tersebut sulit
tercapai tanpa adanya sebuah pendidikan yang konsisten. Terlebih lagi kebutuhan
akan harga diri yang meliputi kompetensi, percaya diri, dan kemandirian. Dan
juga kebutuhan aktualisasi diri.
B.
Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Kebutuhan Pendidikan
Kebutuhan manusia terhadap pendidikan merupakan kebutuhan asasi dalam rangka mempersiapkan setiap insan sampai
pada suatu tingkat di mana mereka mampu menunjukkan kemandirian yang
bertanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun terhadap lingkungannya. Dalam
konteks ini, pendidikan melatih manusia untuk memiliki tingkat penyesuaian diri
yang baik dalam berinteraksi dengan lingkungan (baik dengan sesama manusia
maupun dengan lingkungan alam). Prof.John S.Brubacher, mengemukakan: bahwa
pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses penyesuaian diri secara timbal balik dari seseorang dengan
manusia lainnya dan dengan lingkungannya.
Dari ungkapan Brubacher tadi, jelas bahwa dengan adanya
penyesuaian-penyesuaian tersebut akan membawa manusia kepada terbentuknya suatu
kemampuan dan peningkatan kapasitas individual yang secara perlahan menunjukkan
adanya perubahan-perubahan. Dalam konteks pendidikan, perubahan-perubahan
tersebut merupakan proses yang terjadi pada potensi yang telah ada, untuk
selanjutnya menjadi nyata, berkembang dan menjadi lebih baik.
Sejalan dengan pendapat di atas, M.J.Adler, mengemukakan bahwa
pendidikan pada manusia bertujuan untuk melatih dan membiasakan manusia
sehingga potensi, bakat dan kemampuannya menjadi lebih sempurna. Ini
menggambarkan bahwa manusia membutuhkan pendidikan untuk menjadikan manusia
lebih baik, lebih maju dan lebih sempurna.
Berbagai pendapat yang mengemukakan kebutuhan manusia akan
pendidikan yang telah dikemukakan di atas, bermuara pada satu pandangan bahwa
melalui pendidikan, manusia membuktikan diri sebagai makhluk yang paling
sempurna, dari sebelumnya hanya memiliki potensi (yang belum memiliki arti
apa-apa), tetapi dengan pendidikan mereka berkembang menjadi lebih sempurna dan
terus menyempurnakan diri.
Dari keterangan di atas, potensi manusia merupakan salah satu
faktor internal yang mempengaruhi kebutuhan pendidikan manusia. Karena potensi
sudah menjadi fitrah manusia yang telah diberikan oleh ALLAH SWT seiring dengan
diciptakannya manusia. Sedangkan faktor externalnya yaitu di antaranya :
1. Faktor
kebudayaan; pendidikan adalah
bagian dari kebudayaan. Kebudayaan dan pendidikan memiliki pengaruh timbal
balik. Bila kebudayaan berubah maka pendidikan juga bisa berubah. Begitu juga
kebutuhan pendidikan akan semakin meningkat Semisal jika dalam suatu daerah terdapat home schooling
(sekolah rumahan) dengan kata lain pendidikan privat yang telah membudaya, maka
kebutuhan akan pendidikan pun akan meningkat, karena masyarakat ingin anak-anak
mereka menjadi lebih pintar melalui pendidikan privat tersebut.
2. Faktor
ekonomi; Persoalan ekonomi
merupakan salah satu persoalan sangat penting dalam proses pendidikan formal.
Oleh karena itu, bilamana ekonomi seseorang mengalami kesuraman niscaya proses
pendidikannya akan terhambat. Dan kebutuhan pendidikan pun akan berkurang
karena lebih mementingkan kebutuhan yang bersifat dasar (basic). Sebagaimana
pada pendapat maslow pada hierarki kebutuhan manusia, manusia cenderung
memenuhi kebutuhan dasar yang paling bawah dan bertahap pada kebutuhan yang
lebih tinggi.
3. Faktor sosial; sebagai makhluk sosial
manusia tidak bisa lepas dari berkomunikasi dan berhubungan dengan manusia yang
lain. Dalam berintraksi dengan orang lain kadang kala terjadi suatu
permasalahan yang tidak diinginkan dan tidak diharapkan, semisal perkelahian
antara siswa dalam suatu sekolah. Oleh karena itu pendidikan sangat dibutuhkan
oleh manusia untuk mengatasi masalah sosial tersebut. Dan mungkin masih banyak
faktor-faktor lain yang mempengaruhi kebutuhan pendidikan bagi manusia.
Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa :
- Manusia mempunyai kebutuhan dasar yang sama yaitu sebagaimana yang tertera pada teori Maslow yang terdiri dari basic needs, safety needs, belongingness and love needs, esteem needs dan actualitation needs
- Beberapa faktor yang memperngaruhi kebutuhan pendidikan dapat dikategorikan kedalam 2 kategori, yaitu : Faktor Internal, adalah sesuatu yang melekat pada diri manusia itu sendiri yaitu potensi manusia. Faktor Eksternal, adalah faktor yang berasal dari luar diri manusia itu sendiri yang meliputi kebudayaan, keadaan ekonomi, dan faktor sosial lainnya.


Tidak ada komentar:
Write komentar