Sabtu, 07 Februari 2015

Manusia dan Kebutuhan Pendidikan

Fitrah manusia adalah sebagai makhluk ber-tuhan, individual, sosial, dan unik. Seseorang mungkin mempunyai kebutuhan yang sama atau berbeda dengan kebutuhan orang lain pada suatu ruang dan waktu tertentu. Untuk memelihara dan mengembangkan kehidupan manusia, kebutuhan-kebutuhan itu perlu dipenuhi
Apabila kebutuhan-kebutuhan tidak terpenuhi dengan baik maka mungkin kehidupan manusia akan mengalami hambatan. Dengan kata lain, apabila kebutuhan tidak terpenuhi maka terjadilah masalah. Dan kebutuhan pendidikan merupakan kebutuhan individual yang sangat penting bagi kehidupan yang lebih baik.

A.   Macam-Macam Kebutuhan Manusia

Setiap makhluk hidup mempunyai kebutuhan, tidak terkecuali manusia. Manusia mempunyai kebutuhan yang beragam. Namun, pada hakekatnya setiap manusia mempunyai kebutuhan dasar yang sama. Kebutuhan dasar tersebut bersifat manusiawi dan menjadi syarat untuk keberlangsungan hidup manusia. Siapa pun orangnya pasti memerlukan pemenuhan kebutuhan dasar.
Salah satu teori Maslow yang sangat terkenal adalah teori hirarki kebutuhan. Dalam teori ini ia mengatakan bahwa ada lima macam kebutuhan manusia yang berjenjang ke atas.
Pada tingkat yang paling bawah, terdapat kebutuhan yang bersifat fisiologik(seperti kebutuhan akan udara, makanan, minuman, dan sebagainya) yang ditandai oleh kekurangan (defisit) sesuatu dalam tubuh yang bersangkutan. Kebutuhan ini dinamakan juga kebutuhan dasar (basic needs) yang jika tidak dipenuhi dalam keadaan yang sangat ekstrim (misalnya : sangat kelaparan) manusia yang tersebut bisa kehilangan kendali atas perilakunya sendiri (agresif, tidak malu, tidak punya pertimbangan pada orang lain, dan sebagainya) karena seluruh kapasitas manusia tersebut dikerahkan dan dipusatkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya itu (menghilangkan rasa laparnya). Sebaliknya, jika kebutuhan dasar ini relatif sudah tercukupi, muncullah kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan rasa aman (safety needs).
Jenis kebutuhan yang kedua ini berhubungan dengan jaminan keamanan, stabilitas, perlindungan, struktur, keteraturan, situasi yang bisa diperkirakan, bebas dari rasa takut dan cemas, dan sebagainya. karena adanya kebutuhan inilah maka manusia membuat peraturan, undang-undang, mengembangkan kepercayaan, membuat sistem asuransi, pensiun, dan sebagainya. Sama halnya dengan basic needs, kalau safety needs ini terlalu lama tidak terpenuhi (seperti pada anak yang tidak diperhatikan orang tuanya, orang yang terlalu lama dalam keadaan perang, dan sebagainya), maka pandangan seseorang terhadap dunianya bisa terpengaruh dan pada gilirannya pun perilakunya akan cenderung ke arah yang makin negatif.
Setelah kebutuhan dasar dan rasa aman relatif terpenuhi, maka timbul kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai (belongingness and love needs). Orang ingin punya hubungan yang hangat dan akrab. Ia ingin setia kawan dan butuh kesetiakawanan. Ia pun ingin mempunyai kelompoknya sendiri. Ia butuh menjadi bagian dari keluarga, sebuah kampung, sebuah sekolah atau suatu perusahaan. Orang yang tidak memiliki keluarga akan merasa sebatang kara, sedangkan orang yang tidak sekolah dan juga tidak bekerja merasa dirinya pengangguran yang tidak berharga. Kondisi seperti ini akan menurunkan harga diri seseorang yang bersangkutan.
Di sisi lain jika kebutuhan tingkat ketiga tersebut di atas sudah relatif terpenuhi, maka timbul kebutuhan akan harga diri (esteem needs). Ada dua macam kebutuhan harga diri ini. Yang pertama adalah kebutuhan akan kekuatan, penguasaan, kompetensi, percaya diri, dan kemandirian. Sedangkan yang kedua adalah kebutuahan akan penghargaan diri dari orang lain, status ketenaran, dominasi, kebanggan, dianggap penting dan apresiasi dari orang lain. Orang yang terpenuhi kebutuhannya akan harga diri ini akan tempil sebagai orang yang percaya diri dan tidak tergantung pada orang lain.
Jika kebutuhan yang ke empat tersebut telah terpenuhi maka akan timbul kebutuhan yang kelima yakni kebutuhan aktualisasi diri (self actualitation needs) yang berhubungan dengan perilaku seseorang untuk mengembangkan diri. Orang yang mengembangkan diri mampu menampilkan perilaku yang lebih baik sesuai dengan yang diinginkan dan dicita-citakan dirinya, dan mungkin juga yang diharapkan oleh orang lain.
Dari beberapa macam kebutuhan tersebut sulit tercapai tanpa adanya sebuah pendidikan yang konsisten. Terlebih lagi kebutuhan akan harga diri yang meliputi kompetensi, percaya diri, dan kemandirian. Dan juga kebutuhan aktualisasi diri.

B.   Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Pendidikan

   Kebutuhan manusia terhadap pendidikan merupakan kebutuhan asasi dalam rangka mempersiapkan setiap insan sampai pada suatu tingkat di mana mereka mampu menunjukkan kemandirian yang bertanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun terhadap lingkungannya. Dalam konteks ini, pendidikan melatih manusia untuk memiliki tingkat penyesuaian diri yang baik dalam berinteraksi dengan lingkungan (baik dengan sesama manusia maupun dengan lingkungan alam). Prof.John S.Brubacher, mengemukakan: bahwa pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses penyesuaian diri secara timbal balik dari seseorang dengan manusia lainnya dan dengan lingkungannya.
Dari ungkapan Brubacher tadi, jelas bahwa dengan adanya penyesuaian-penyesuaian tersebut akan membawa manusia kepada terbentuknya suatu kemampuan dan peningkatan kapasitas individual yang secara perlahan menunjukkan adanya perubahan-perubahan. Dalam konteks pendidikan, perubahan-perubahan tersebut merupakan proses yang terjadi pada potensi yang telah ada, untuk selanjutnya menjadi nyata, berkembang dan menjadi lebih baik.
Sejalan dengan pendapat di atas, M.J.Adler, mengemukakan bahwa pendidikan pada manusia bertujuan untuk melatih dan membiasakan manusia sehingga potensi, bakat dan kemampuannya menjadi lebih sempurna. Ini menggambarkan bahwa manusia membutuhkan pendidikan untuk menjadikan manusia lebih baik, lebih maju dan lebih sempurna.
Berbagai pendapat yang mengemukakan kebutuhan manusia akan pendidikan yang telah dikemukakan di atas, bermuara pada satu pandangan bahwa melalui pendidikan, manusia membuktikan diri sebagai makhluk yang paling sempurna, dari sebelumnya hanya memiliki potensi (yang belum memiliki arti apa-apa), tetapi dengan pendidikan mereka berkembang menjadi lebih sempurna dan terus menyempurnakan diri.
Dari keterangan di atas, potensi manusia merupakan salah satu faktor internal yang mempengaruhi kebutuhan pendidikan manusia. Karena potensi sudah menjadi fitrah manusia yang telah diberikan oleh ALLAH SWT seiring dengan diciptakannya manusia. Sedangkan faktor externalnya  yaitu di antaranya :
1.   Faktor kebudayaanpendidikan adalah bagian dari kebudayaan. Kebudayaan dan pendidikan memiliki pengaruh timbal balik. Bila kebudayaan berubah maka pendidikan juga bisa berubah. Begitu juga kebutuhan pendidikan akan semakin meningkat  Semisal jika dalam suatu daerah terdapat home schooling (sekolah rumahan) dengan kata lain pendidikan privat yang telah membudaya, maka kebutuhan akan pendidikan pun akan meningkat, karena masyarakat ingin anak-anak mereka menjadi lebih pintar melalui pendidikan privat tersebut.
2.   Faktor ekonomi; Persoalan ekonomi merupakan salah satu persoalan sangat penting dalam proses pendidikan formal. Oleh karena itu, bilamana ekonomi seseorang mengalami kesuraman niscaya proses pendidikannya akan terhambat. Dan kebutuhan pendidikan pun akan berkurang karena lebih mementingkan kebutuhan yang bersifat dasar (basic). Sebagaimana pada pendapat maslow pada hierarki kebutuhan manusia, manusia cenderung memenuhi kebutuhan dasar yang paling bawah dan bertahap pada kebutuhan yang lebih tinggi.
3.   Faktor sosial; sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa lepas dari berkomunikasi dan     berhubungan dengan manusia yang lain. Dalam berintraksi dengan orang lain kadang kala terjadi suatu permasalahan yang tidak diinginkan dan tidak diharapkan, semisal perkelahian antara siswa dalam suatu sekolah. Oleh karena itu pendidikan sangat dibutuhkan oleh manusia untuk mengatasi masalah sosial tersebut. Dan mungkin masih banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi kebutuhan pendidikan bagi manusia.

Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa :

  1. Manusia mempunyai kebutuhan dasar yang sama yaitu sebagaimana yang tertera pada teori Maslow yang terdiri dari basic needs, safety needs, belongingness and love needs, esteem needs dan actualitation needs
  2. Beberapa faktor yang memperngaruhi kebutuhan pendidikan dapat dikategorikan kedalam 2 kategori, yaitu : Faktor Internal, adalah sesuatu yang melekat pada diri manusia itu sendiri yaitu potensi manusia. Faktor Eksternal, adalah faktor yang berasal dari luar diri manusia itu sendiri yang meliputi kebudayaan, keadaan ekonomi, dan faktor sosial lainnya.

Tugas Remidi TIK Kelas 9

Petunjuk :
  1. Copy dan pastekan teks yang berjudul Manusia dan Kebutuhan Pendidikan yang terdapat pada blog ini kedalam Microsoft Word
  2. Lakukan perintah pengeditan berikut untuk dokemen tersebut :
          - Ukuran Kertas / Paper Size : A4
          - Margins :
                          Top      : 4 cm
                          Left      : 4 cm
                          Right    : 3 cm
                          Bottom : 3 cm
          - Line Spasi / Jarak Baris : 2 / Double
          - Pergunakan fasilitas Bullets and Numbering untuk penomoran pada point-point tulisan
          - Tuliskan sumber : http://niekonote.blogspot.com/2015/02/manusia-dan-kebutuhan-pendidikan.html
            dibagian bawah halaman paling akhir
          - Simpan dokumen tersebut dengan nama : RTIK_Nama Anda.docx
          - Kirimkan file dokumen tersebut sebagai lampiran kealamat email : ekomuriyanto@gmail.com
          - Batas pengumpulan tanggal 16 Februari 2015 Pukul 16.00 WIB

Tugas Remidi TIK Kelas 9 Semeter Genap 2014/2015

Petunjuk :
  1. Copy dan pastekan teks yang berjudul Manusia dan Kebutuhan Pendidikan yang terdapat pada blog ini kedalam Microsoft Word
  2. Lakukan perintah pengeditan berikut untuk dokemen tersebut :
          - Ukuran Kertas / Paper Size : A4
          - Margins :

Jumat, 23 Januari 2015

Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2015

Bagi Bapak/Ibu Guru PNS dan Non PNS  yang akan mengikuti Sertifikasi Guru dapat melihat daftar calon peserta sertifikasi guru di link berikut : http://sergur.kemdiknas.go.id/sg13/

Untuk menampilkan data Kabupaten Kota Pilih Kriteria
Untuk Menampilkan data Per Individu Pilih Pencarian

Berikut Buku 1 : Panduan Sertifkasi Guru PPGJ 2015 dan Paparan Buku 1 PPGJ 2015

Melaui PPGJ 2015 Tingkatkan Profesionalisme Guru

Panduan Lomba LPIR, O2SN, OSN dan FLS2N Tahun 2015

Tidak lama lagi akan digelar berbagai lomba siswa baik tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi dan tingkat nasional. Berbagai lomba tersebut diantaranya LPIR, O2SN, OSN dan FLS2N. 

Berikut kami sebar luaskan panduan-panduan untuk pelaksanaan lomba-lomba tersebut :
  1. Panduan LPIR 2015
  2. Panduan O2SN 2015
  3. Panduan OSN 2015
  4. Panduan FLS2N 2015
Untuk mendownload silahkan anda klik masing-masing link diatas, semoga bermanfaat..

Kamis, 22 Januari 2015

Kisi-Kisi Ujian Nasional 2015

Ujian Naional 2015 akan dilaksanakan, tentunya bagi calon peserta UN 2015 harus mempersiapkan diri secara baik agar mendapatkan hasil yang memuaskan atau dengan kata lain sukses Lulus Ujian Nasional 2015.

Bagi anda yang membutuhkan Kisi-kisi UN 2015 yang diterbitkan oleh BSNP untuk persiapan, Silahkan download disini  untuk Buku Pengayaan Soal UN 2015 disini

Kamis, 05 Juni 2014

Kuota PTK Sasaran Kurikulum 2013 Provinsi Riau Tahun 2014

Pengembangan Kurikulum 2013 didasari pemikiran tentang tantangan masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pedagogi, kompetensi masa depan dan fenomena negatif yang mengemuka. Strategi yang digunakan dalam sosialisasi Kurikulum 2013 dengan memberikan pelatihan Kurikulum 2013 kepada guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah. Pada tahun 2013 telah dilakukan pelatihan guru.
Pelatihan implementasi bagi guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah sasaran dimulai dengan kegiatan persiapan yang terdiri dari : penyiapan buku serta modul pelatihan; pelaksanaan pelatihan guru, evaluasi dan pendampingan kepada guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013
Tujuan umum pelatihan implementasi Kurikulum 2013 adalah agar terjadi perubahan pola fikir dan kemampuan tenaga pendidik terutama guru dalam proses pembelajaran di kelas mulai dari mempersiapkan pembelajaran sampai evaluasi sesuai dengan pendekatan dan evaluasi pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan baik dan benar.
Tahun 2014 ini adalah tahun kedua implementasi Kurikulum 2013. Pada tahun 2014 ini, LPMP Riau merencanakan untuk melatih PTK sasaran sebanyak 10.035 orang guru jenjang SD, 7.643 orang guru jenjang SMP dan 11.422 orang guru jenjang SMA/SMK dengan rincian sebagai berikut :
PTK Sasaran

Selasa, 27 Mei 2014

19 Perilaku Durhaka Istri Terhadap Suami

Ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab perilaku durhaka istri terhadap suami, antara lain :
- Kedudukan sosial istri lebih lebih tinggi daripada kedudukan suami,
- Istri lebih kaya dari suami,
- Istri lebih pandai dari suami,
- Watak istri lebih keras dari suami,
- Istri berasal dari lingkungan budaya yang menempatkan perempuan lebiih berkuasa daripada suami,
- Istri tidak mengerti tuntunan agama yang menempatkan istri dan suami pada ketentuan yang sebenarnya.

Adapun 19 perilaku durhaka istri terhadap suami adalah sebagai berikut :

Minggu, 18 Mei 2014

Etika Menggunakan Media Sosial

Media Sosial menjadi trend dalam kehidupan masyarakat saat ini. sebagai pengguna, tentunya kita harus menyadari dan mengetahui etika yang baik sehingga kita bisa lebih bijak dalam menggunakannya. Jangan sampai penggunaan media sosial mengakibatkan dampak buruk atau kerugian pada diri kita sendiri. Berikut akan di kupas etika dalam menggunakan media sosial :

  1. Jangan terlalu mengumbar kehidupan pribadi.Tersedianya kolom untuk men-share apa yang ingin tulis bukan berarti semua harus di umbar dalam media sosial apalagi sesuatu yang sensitif dan snagat pribadi. Semisal mengenenai keuangan, hubungan percintaan, tentang kehidupan keluarga, atau tentang kejengkelan dengan seseorang. Sebaiknya jangan lakukan hal ini simpan untuk konsumsi pribadi jangan di publish untuk berita publik.
  2. Tidak berbicara dan membagi konten yang memiliki unsur SARA dan PornografiHindari berbicara ataupun menuliskan kalimat bercandaan yang memiliki unsur SARA ( Suku, Agama dan Ras ) serta pornografi. Karena selain bisa menyinggung pihak lain juga bisa menimbulkan salah persepsi dan membawa dampak yang buruk. Tidak semua pengguna sosial media mengerti akan konsep ini, karena itu mulailah dari diri kita untuk tidak berbicara dan membagi konten yang mengandung unsur diatas.

Rabu, 14 Mei 2014

Mahalnya Kepercayaan

Apa sih arti sebuah kepercayaan?

Yah benar, kepercayaan itu adalah sebuah fondasi dari semua hubungan. Baik itu hubungan kerja, bisnis, kepemimpinan, ataupun tentang cinta itu dibangun atas dasar kepercayaan.

Bayangkan kalian ada di sebuah lingkungan ataupun di sebuah organisasi yang tidak adanya sebuah kepercayaan diantara satu dengan yang lain, percaya organisasi itu tidak akan berjalan dengan baik.
Mengapa demikian?
Karena kalo tidak ada sebuah kepercayaan satu sama lain, itu akan menimbulkan efek yang sangatlah besar yaitu curiga satu sama lain contohnya. Dan mereka pun bisa jadi akan menghalalkan segala cara agar posisi atau kedudukan mereka tetap aman meskipun cara yang mereka gunakan akan menimbulkan kontak fisik.

Kepercayaan itu sangatlah berharga kawan, bahkan kepercayaan itu lebih baik dari pada kekayaan. Kok begitu? iyah karena mencari kepercayaan itu sulit loh, kalo saja ada orang ataupun teman kalian yang memberikan kalian sebuah kepercayaan, apapun yang kamu katakan mereka selalu mempercayainya, karena mereka tau kalo kamu itu orangnya jujur dan bisa dipercaya. Tapi sekali saja kamu berkata bohong ke mereka dan ketahuan, udah hilanglah kepercayaan itu. Bukan hanya itu mereka juga sangat kecewa atas perilaku bodoh kita itu.

Apa buktinya kalo Kepercayaan itu lebih berharga dari pada Kekayaan?