Rabu, 19 Februari 2014

Merawat Printer Inkjet


Setiap barang yang kita miliki, perlu adanya perawatan untuk membuatnya tidak mudah rusak. Sering kali menjumpai permasalahan pada printer. Untuk itu, agar tidak sering bermasalah, perlulah kita yang memulainya dengan merawatnya. Ibarat slogan kesehatan ” menjaga lebih baik daripada mengobati, begitu pula dengan penanganan printer. Alangkah baiknya kita jaga/rawat sebelum terjadi suatu masalah yang mengakibatkan penanganan yang lebih serius. Masih mending bila mampu membetulkan sendiri, tapi kalo tidak, tidak jarang kita pun akan membawa printer kita pada tukang service yang ujungnya berimbas pada pangeluaran dari dompet kita.


Jadi, sebelum terlambat… mari kita rawat dengan baik apa yang kita miliki…..


A. Tips merawat printer Inkjet:
  1. Selalu gunakan printer secara periodik (sesering mungkin minimal 2 kali seminggu), jangan biarkan printer menganggur terlalu lama, karena tinta yang terdapat pada nozzle head bisa mengering sehingga menyumbat pengeluaran tinta. 
  2. Gunakan fasilitas Clean Head (Software yang disertakan bersama Printer) untuk melakukan pembersihan Nozle Head secara teratur (periodik). 
  3. Bersihkan beberapa bagian printer secara berkala dari debu dan kotoran, jangan biarkan ada benda-benda asing masuk atau terjatuh kedalam printer. Jangan menggunakan lap yang basah oleh air saat membersihkan printer. 
  4. Jangan langsung mencabut kabel printer saat mematikan printer, tetapi gunakan tombol on/off sehingga saat dimatikan, head printer akan kembali ke kedudukannya sehingga tinta tidak mudah mengering. 
  5. Saat mencetak pastikan kertasnya tidak berlipat-lipat melainkan gunakan kertas yang masih halus, sebab jika tersangkut dapat merusak roller pada printer. 
  6. Jangan menyentuh bagian elektrik dari cartridge seperti chip maupun head dengan menggunakan jari secara langsung, karena listrik statis pada tubuh terkadang dapat merusak komponen, apabila terpaksa membersikan, gunakan kertas tissue dengan kualitas baik, karena kertas tissue dengan kualitas jelek justru akan meninggalkan partikel kertas dan berpotensi menyumbat nozle head. 
  7. Jika menggunakan tinta refill pastikan menggunakan refill kualitas baik, jangan mengisi cartridge terlalu penuh karena dapat menyebabkan terjadinya kebocoran pada cartrdige dan dapat merembet pada motherboard printer. 
  8. Jangan membiarkan printer kosong tanpa cartridge dalam jangka waktu yang lama, sebab dapat menyebabkan print head menjadi kering. 
  9. Perhatikan wastepad (buangan tinta) printer, ganti wastepad atau gunakan pembuangan luar sehingga tinta tidak akan meleber di dalam printer. 
  10. Jangan sembarangan membuka cassing printer bila belum paham betul komponennya.

Senin, 04 November 2013

Muhasabah Sebelum Hari Penghisapan

Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari `aradh akbar (yaumul hisab) 

ALKISAH, suatu hari Atha As-Salami, seorang Tabi`in bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya. Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan, “Ya, Atha sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya.”

Begitu mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha termenung lalu menangis. Melihat Atha menangis, sang penjual kain berkata, “Atha sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya, kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan harga yang pas.”

Tawaran itu dijawabnya, “Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya, ketahuilah sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu. Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya ternyata ada cacatnya.

“Begitulah aku menangis kepada Allah dikarenakan aku menyangka bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun ini tidak ada cacatnya, tetapi mungkin di mata Allah sebagai ahli-Nya ada cacatnya, itulah yang menyebabkan aku menangis.”

Pelajaran penting dari kisah di atas adalah usaha seorang Atha` yang jeli melakukan introspeksi diri, menyadari kelemahan, dan kekurangannya. Seiring akan datangnya Tahun Baru Islam 1435 H, kita pun perlu melakukan evaluasi: sudah sejauh mana amal, ilmu, dan akhlak kita selama ini. Perasaan puas dengan apa yang telah kita kerjakan harus kita kubur dalam-dalam, sebab masih masih banyak ‘PR’ yang perlu dituntaskan.

Perputaran roda waktu meniscayakan bagi setiap manusia, lebih-lebih seorang mukmin untuk melakukan Muhasabah. Muhasabah bisa berarti melakukan introspeksi diri, evaluasi, atau koreksi atas kinerja selama ini.

Selasa, 29 Oktober 2013

Statistika

Statistika berasal dari bahasa latin, yaitu status dan statista yang mempunyai arti "negara". Pada mulanya, status atau statista digunakan untuk mencatat berbagai kegiatan atau urusan yang berkaitan dengan negara. Misalnya menghitung jumlah penduduk pada tahun tertentu, penerimaan pajak, pengeluaran untuk gaji tenaga pengajar, dan lain-lain.

Sejalan dengan perkembangan zaman, maka statistika tidak lagi hanya digunakan untuk urusan pemerintah atau negara, tetapi mulai banyak digunakan di berbagai bidang kehidupan, termasuk penelitian dibidang pendidikan, pertanian, ekonomi, sosial, kedokteran, farmasi, biologi, sains, psikologi, dan sebagainya.

Jadi yang dimaksud dengan statistik adalah kegiatan menyajikan data dalam bentuk daftar dan tabel yang berupa angka-angka yang telah disusun dan diatur.

Pembagian Statistika

Statistik dapat dibagi menjadi dua, yaitu statistika matematis atau statistika teoritis dan statistika terapan atau statistika aplikasi.

Statistika Teoritis (Matematis)

Selasa, 22 Oktober 2013

Beginilah Seharusnya Agar Anak Rajin Belajar

Belajar bagi sebagian anak merupakan hal yang membosankan. Mereka berusaha menghindar dari kegiatan belajar. Sekalipun belajar, hanya sebuah keterpaksaan. Yang akhirnya, anak tidak mencerna pelajaran secara penuh.

Di rumah tentu hal lain lagi. Akan lebih sulit mengoptimalkan anak agar belajar. Mereka terkadang sangat enggan jika disuruh belajar di rumah.
“Nanti saja Mah, yang penting kan PR sudah dikerjakan.”
“Nonton kartun kesukaan dulu, Bunda.”
“Sebentar, Pa! Nih lagi masih asyik main game, tanggung.”
“Males, Yah! Besok kan gak ada ulangan.”
Begitulah jawaban-jawaban yang mereka berikan ketika disuruh belajar. Bahkan, ada yang menjadi marah jika disuruh belajar. Akibatnya, orangtua menjadi frustrasi dan enggan menemani anak belajar.

Kenapa demikian? Kemalasan anak tentu bukan tanpa alasan. Kita mesti bijak menilainya. Banyak faktor yang membuat anak malas belajar. Di antaranya, metode belajar yang tidak sesuai dengan sifatnya, suasana yang tidak mendukung, dan merasa diganggu kesenangan dan dunia bermainnya.

Hal ini perlu diluruskan oleh orangtua agar anak kembali mendapatkan gairah di dalam belajar. Kenalilah minat dan kecenderungan gaya belajar anak. Apakah si anak memiliki gaya belajar auditori, kinestetik, taktil, atau visual. Kemudian, tarik sang anak dengan metode sesuai gaya belajarnya.

Meningkatkan Ketertarikan Anak Belajar

Mendidik anak belajar cukuplah sulit. Kadang kita butuh kesabaran yang lebih untuk membuat anak kita mengerti bagaimana pentingnya belajar. Belajar bagi anak, terutama anak kecil, haruslah menyenangkan dan tanpa tekanan sehingga anak akan lebih mudah menyerap pelajarannya dan lebih mudah menerima kalau belajar sebenarnya sangat di perlukan.
 

Membuat suasana belajar yang menyenangkan untuk anak memang harus diakui tidaklah mudah. Diperlukan kegiatan yang persuasif dan sesuai dengan ketertarikan si anak sehingga anak dapat dengan mudah diajak untuk belajar.

Lingkungan yang kondusif sangatlah berpengaruh pada niat anak belajar. Jika lingkungan nya di bentuk sedemikian rupa sehingga dapat menumbuhkan rasa penasaran si anak, pasti anak dapat dengan mudah diajak untuk belajar.

Senin, 21 Oktober 2013

Peran Pola Asuh Dalam Membentuk Karakter Anak

Berhasil mendidik anak-anak dengan baik adalah impian semua guru dan orang tua. Setiap guru dan orang tua pasti ingin agar anaknya bisa sukses dan bahagia, namun apakah pada kenyataannya semudah itu? Mayoritas orangtua pernah mengalami kesulitan dalam mendidik buah hati tercinta
Para guru dan orang tua, ijinkan saya bertanya kepada Anda… Pernahkan kita berpikir bahwa program negatif yang (mungkin) secara tidak sengaja kita tanamkan ke pikiran bawah sadar anak kita, akan terus mendominasi dan mengendalikan hidupnya – membuatnya jadi berantakan di masa depan? Jika mau jujur melakukan evaluasi pada diri sendiri, bisa jadi kita semua termasuk saya sebagai orang tua telah dan sedang melakukan hal ini terhadap anak-anak kita.

Mengutip apa yang diungkapkan Dorothy Law Nollte:

Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, maka ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar mengendalikan diri
Jika anak dibesarkan dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan kelembutan, maka ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajar percaya
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menghargai diri sendiri
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia belajar menemukan kasih dalam kehidupannya

Jumat, 18 Oktober 2013

Panduan Membuat Blog di Blogger.com

Jika anda hobi menjelajah interne pasti anda sudah familiar dengan apa yang disebut dengan website. Ya, mau tidak mau jika anda sudah menggunakan internet pasti anda akan mengunjungi website. Contohnya seperti twitter, facebook, blogspot, google plus atau beberapa website yang menarik perhatian anda. Namun pernahkah anda membayangkan jika anda bukan hanya sekedar menjadi pengunjung melainkan juga pemilik website tersebut?

Tentunya ini akan sangat menarik, bukan? apalagi jika ternyata website milik anda tersebut benar-benar diminati dan kunjungi orang banyak setiap harinya, pasti rasanya sangat menyenangkan. Ternyata banyak orang yang berfikir sama seperti anda saat ini, namun pertanyaan yang sangat sering muncul adalah bagaimana cara membuatnya? Apakah mudah atau sulitkan? Apakah gratis atau berbayar?

Yakinlah anda bisa menciptakan sebuah website yang menarik sehingga banyak mendatangkan pengunjung setiap harinya dan bagi anda yang masih diliputi rasa binggung berikut kami sediakan Panduan Membuat Blog di Blogger.com, yang dapat anda unduh dan gunakan sebagai panduan untuk membuat web blog anda. Blogger.com adalah satu dari sekian banyak situs website yang menyediakan layanan website secara gratis.

Kamis, 17 Oktober 2013

Membuat CD Profil Perusahaan

Autoplay Media Studio 6.0 adalah alat bantu standar multimedia dalam pembuatan CD-interaktif. Masih banyak software authoring yang beredar di pasaran, penulis memilih Autoplay Media Studio 6.0 karena lebih mudah dipelajari secara mandiri (otodidak). Dengan menggunakan Autoplay Media Studio 6.0 pengguna dapat menciptakan segalanya dari Autorun atau Autoplay menu dan kios informasi, untuk aplikasi pelatihan secara penuh interaktif. Dengan Autoplay hanya imajinasilah yang dapat membatasinya. Jadi jangan khawatir untuk membuat CD interaktif atau CD Company Profile banyak sofware yang bisa digunakan, tinggal bagaimana cara kita mengoptimalkan pencarian dan memilih software mana yang cocok dan sesuai dengan keperluan kita. Berikut adalah gambar lingkungan kerja Autoplay Media Studio 6.0.

Tampilan Autoplay Media Studio


Berikut cara pembuatannya :
  1. Buka program Autoplay Media Studio 6.0.
  2. Setelah itu create a new project untuk mebuat desain autoplay dengan karya sendiri.

Rabu, 16 Oktober 2013

Di sekolah sangat mungkin ditemukan siswa yang bermasalah, dengan menunjukkan berbagai gejala penyimpangan perilaku. yang merentang dari kategori ringan sampai dengan berat. Upaya untuk menangani siswa yang bermasalah, khususnya yang terkait dengan pelanggaran disiplin sekolah dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu: (1) pendekatan disiplin dan (2) pendekatan bimbingan dan konseling.

Penanganan siswa bernasalah melalui pendekatan disiplin merujuk pada aturan dan ketentuan (tata tertib) yang berlaku di sekolah beserta sanksinya. Sebagai salah satu komponen organisasi sekolah, aturan (tata tertib) siswa beserta sanksinya memang perlu ditegakkan untuk mencegah sekaligus mengatasi terjadinya berbagai penyimpangan perilaku siswa. Kendati demikian, harus diingat sekolah bukan “lembaga hukum” yang harus mengobral sanksi kepada siswa yang mengalami gangguan penyimpangan perilaku. Sebagai lembaga pendidikan, justru kepentingan utamanya adalah bagaimana berusaha menyembuhkan segala penyimpangan perilaku yang terjadi pada para siswanya.

Oleh karena itu, disinilah pendekatan yang kedua perlu digunakan yaitu pendekatan melalui Bimbingan dan Konseling. Berbeda dengan pendekatan disiplin yang memungkinkan pemberian sanksi untuk menghasilkan efek jera, penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling justru lebih mengutamakan pada upaya penyembuhan dengan menggunakan berbagai layanan dan teknik yang ada. Penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling sama sekali tidak menggunakan bentuk sanksi apa pun, tetapi lebih mengandalkan pada terjadinya kualitas hubungan interpersonal yang saling percaya di antara konselor dan siswa yang bermasalah, sehingga setahap demi setahap siswa tersebut dapat memahami dan menerima diri dan lingkungannya, serta dapat mengarahkan diri guna tercapainya penyesuaian diri yang lebih baik.

Secara visual, kedua pendekatan dalam menangani siswa bermasalah dapat dilihat dalam bagan berikut ini:



Dengan melihat gambar di atas, kita dapat memahami bahwa di antara kedua pendekatan penanganan siswa bermasalah tersebut, meski memiliki cara yang berbeda tetapi jika dilihat dari segi tujuannya pada dasarnya sama yaitu tercapainya penyesuaian diri atau perkembangan yang optimal pada siswa yang bermasalah. Oleh karena itu, kedua pendekatan tersebut seyogyanya dapat berjalan sinergis dan saling melengkapi.

Sebagai ilustrasi, misalkan di suatu sekolah ditemukan kasus seorang siswi yang hamil akibat pergaulan bebas, sementara tata tertib sekolah secara tegas menyatakan untuk kasus demikian, siswa yang bersangkutan harus dikeluarkan. Jika hanya mengandalkan pendekatan disiplin, mungkin tindakan yang akan diambil sekolah adalah berusaha memanggil orang tua/wali siswa yang bersangkutan dan ujung-ujungnya siswa dinyatakan dikembalikan kepada orang tua (istilah lain dari dikeluarkan). Jika tanpa intervensi Bimbingan dan Konseling, maka sangat mungkin siswa yang bersangkutan akan meninggalkan sekolah dengan dihinggapi masalah-masalah baru yang justru dapat semakin memperparah keadaan. Tetapi dengan intervensi Bimbingan dan Konseling di dalamnya, diharapkan siswa yang bersangkutan bisa tumbuh perasaan dan pemikiran positif atas masalah yang menimpa dirinya, misalnya secara sadar menerima resiko yang terjadi, keinginan untuk tidak berusaha menggugurkan kandungan yang dapat membahayakan dirinya maupun janin yang dikandungnya, keinginan untuk melanjutkan sekolah, serta hal-hal positif lainnya, meski ujung-ujungnya siswa yang bersangkutan tetap harus dikeluarkan dari sekolah.

Perlu digarisbawahi, dalam hal ini bukan berarti Guru BK/Konselor yang harus mendorong atau bahkan memaksa siswa untuk keluar dari sekolahnya. Persoalan mengeluarkan siswa merupakan wewenang kepala sekolah, dan tugas Guru BK/Konselor hanyalah membantu siswa agar dapat memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya.

Lebih jauh, meski saat ini paradigma pelayanan Bimbingan dan Konseling lebih mengedepankan pelayanan yang bersifat pencegahan dan pengembangan, pelayanan Bimbingan dan Konseling terhadap siswa bermasalah tetap masih menjadi perhatian. Dalam hal ini, perlu diingat bahwa tidak semua masalah siswa harus ditangani oleh guru BK (konselor). Dalam hal ini, Sofyan S. Willis (2004) mengemukakan tingkatan masalah berserta mekanisme dan petugas yang menanganinya, sebagaimana dalam bagan berikut :
  1. Masalah (kasus) ringan, seperti: membolos, malas, kesulitan belajar pada bidang tertentu, berkelahi dengan teman sekolah, bertengkar, minum minuman keras tahap awal, berpacaran, mencuri kelas ringan. Kasus ringan dibimbing oleh wali kelas dan guru dengan berkonsultasi kepada kepala sekolah (konselor/guru pembimbing) dan mengadakan kunjungan rumah.
  2. Masalah (kasus) sedang, seperti: gangguan emosional, berpacaran, dengan perbuatan menyimpang, berkelahi antar sekolah, kesulitan belajar, karena gangguan di keluarga, minum minuman keras tahap pertengahan, mencuri kelas sedang, melakukan gangguan sosial dan asusila. Kasus sedang dibimbing oleh guru BK (konselor), dengan berkonsultasi dengan kepala sekolah, ahli/profesional, polisi, guru dan sebagainya. Dapat pula mengadakan konferensi kasus.
  3. Masalah (kasus) berat, seperti: gangguan emosional berat, kecanduan alkohol dan narkotika, pelaku kriminalitas, siswa hamil, percobaan bunuh diri, perkelahian dengan senjata tajam atau senjata api. Kasus berat dilakukan referal (alihtangan kasus) kepada ahli psikologi dan psikiater, dokter, polisi, ahli hukum yang sebelumnya terlebih dahulu dilakukan kegiatan konferensi kasus.

Secara visual, penanganan siswa bermasalah melalui pendekatan Bimbingan dan Konseling dapat dilihat dalam bagan berikut ini:




Dengan melihat penjelasan di atas, tampak jelas bahwa penanganan siswa bermasalah melalui pendekatan Bimbingan dan Konseling tidak semata-mata menjadi tanggung jawab guru BK/konselor di sekolah tetapi dapat melibatkan pula berbagai pihak lain untuk bersama-sama membantu siswa agar memperoleh penyesuaian diri dan perkembangan pribadi secara optimal.